Bismillahirrahmanirrahim.

Awal Mula


Awal mula ide pembuatan situs khusus alldeb berasal dari peminjaman netbuk SMK MUGEN oleh Kang Breng Ngose kepada saya. Saya diizinkan memperlakukan netbuk ini semau saya bahkan sampai rusak sekalipun. Tidak pikir-pikir, saya langsung berencana menginstal Slackware ke dalamnya. Namun saya terhenti sejenak, memikirkan rencana lain yang lebih luas manfaatnya. Ya sudah, berhubung saya diberi server BengkelUbuntu.org oleh CEO Nurlahosting.net, kenapa tidak saya manfaatkan saja untuk memaketkan aplikasi-aplikasi dalam alldeb? Begitu pikir saya. Maka BengkelUbuntu.org beralih haluan dari awalnya agregator menjadi Softpedia kecil untuk aplikasi Ubuntu khusus pengguna offline. Ide paling mendasar dari ini semua adalah rasa senasib antara saya dan semua teman-teman pengguna Linux yang tidak punya internet. Saya tahu betapa sulitnya instalasi aplikasi dalam keadaan itu. Saya tahu betapa alldeb sangat memudahkan. Maka tidak ada rencana yang lebih pantas dari instal Ubuntu dan mulai memaketkan.

Proses instalasi Ubuntu 14.04 32 dan 64 Bit


Saya diizinkan menghapus Windows dan menggunakan seluruh HDD. Apa yang saya lakukan? Langsung instal tanpa mikir. Walhamdulillah, berapa orang di Indonesia yang mendapat kesempatan semacam ini?

 

Foto diambil menggunakan kamera dari Kang Muhammad Arif Wicaksono. Terima kasih banyak!

Proses Instalasi XFCE


Ubuntu dan Unity di netbuk? Berat sekali. Lamban. Ya sudah, saya instal saja XFCE dari paket alldeb yang saya bikin sendiri. Hasilnya? Mantan netbuk rusak milik Kang Breng Ngose yang tadinya serba lamban menjadi serba cepat karena pakai XFCE. Ajaib, bukan? Walhamdulillah. XFCE ini saya pasang di 32 maupun 64 bit.

XFCE di Ubuntu di Netbuk

Dan lihatlah keindahan XFCE. Compositing-nya menyala (lihat drop shadow). Bahkan netbuk yang katanya paling rusak ini bisa tampil indah. Walhamdulillah.

Proses Pembuatan Paket-Paket Alldeb


Sebenarnya banyak sekali paket alldeb yang dibuat. Namun sebagai contoh ringkas, saya bawakan di sini proses pembuatan paket Inkscape. Nantinya, paket Inkscape ini bisa diinstal secara offline sempurna di Ubuntu 14.04 32 bit. Proses ini saya ulangi juga pada Ubuntu 14.04 64 bit pada netbuk yang sama.

Program alldeb_maker sedang membuat paket Inkscape
Paket Alldeb Inkscape selesai dibuat, siap diinstal

Proses Pengujian Paket-Paket Alldeb


Karena paket yang dibuat banyak, dan harus dites, maka di sini saya sampaikan satu contoh pengetesan instalasi. Ya, paket diuji instal dengan program alldeb_user di Ubuntu yang sama. Paket yang diuji di sini adalah Shutter. Perhatikan bahwa tampilan skrinsot saya berubah-ubah yang menandakan hasil pemaketan desktop environment juga berhasil.

Proses instalasi Shutter dari paketnya, secara offline

Proses Renaming


Karena secara default alldeb_maker tidak menyertakan nama versi Ubuntu dan arsitektur pada nama paket, maka saya harus me-rename mereka. Alhamdulillah saya pakai XFCE (xubuntu-desktop) yang ada batch renamer-nya. Sangat praktis, bisa hemat waktu berjam-jam pakai program ini.

Proses rename untuk paket-paket yang masih membawa nama tanpa keterangan versi Ubuntu dan arsitektur

Berhubung alldeb itu bash script, maka saya sunting saja variabel nama berkasnya sehingga kelak jika saya memaketkan, saya tidak usah melakukan renaming manual. Karena setiap paket yang dibuat alldeb_maker otomatis berakhiran trusty_i386 atau trusty_amd64 dengannya.

Proses Pengunggahan


Tentu saja setelah paket dibuat dan dites, harus diunggah. Tujuan kita semua adalah membantu semua orang. Dan proses ini saya lakukan gratis tanpa membayar sepeser pun walau saya memperoleh kecepatan unduh dan unggah yang sangat besar (1 MB/s++ dan ~100 KB/s) dengan WIFI.ID. Saya tidak mengeluarkan uang karena cukup ambil vocer yang dibuang-buang oleh pengunjung sebelum saya. Saya bisa menghidupi internet 2 laptop berbarengan hanya dengan vocer tersebut. Legal, halal, mudah. Skrinsot ini saya ambil di Mojokerto.

860 total views, 2 views today